Kepadatan penduduk di Pulau Jawa yang terus meningkat sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda telah menyebabkan terjadinya disparitas atau ketimpangan kepadatan penduduk antar pulau di Indonesia.. Lampung menjadi salah satu provinsi pertama dalam program transmigrasi, di mana penduduk Pulau Jawa dipindahkan menuju desa-desa di Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola migrasi yang terbentuk secara intergenerasi transmigran Jawa di Lampung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam terhadap 16 informan dari transmigran generasi kedua hingga keempat. Hasil penelitian menunjukkan pola migrasi yang terbentuk secara intergenerasi memiliki kecenderungan "kembali ke Jawa". Pola ini dipengaruhi oleh faktor pendorong berupa keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesempatan kerja di Lampung, serta faktor penarik berupa kualitas pendidikan dan peluang ekonomi yang lebih baik di Jawa. Perkembangan sosial dan ekonomi secara intergenerasi membuat dorongan terhadap migrasi semakin tinggi, didukung dengan karakteristik daerah tujuan yang lebih menjanjikan. Penelitian ini memberikan masukan bagi pemerintah dalam mengevaluasi program transmigrasi agar dapat memaksimalkan potensi wilayah transmigrasi yang berkelanjutan hingga intergenerasi.
Copyrights © 2024