Tingkat literasi dan numerasi siswa di Indonesia masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah pedesaan seperti SD Negeri 2 Sapit Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Salah satu upaya yang kami lakukan sebagai mahasiswa kampus mengajar angkatan 6 adalah program literasi berbasis komunitas dimana tujuannya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Program ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti penyediaan pojok baca, pelatihan guru, kegiatan membaca bersama, dan penggunaan teknologi sederhana. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem belajar yang interaktif, inklusif, dan berkelanjutan. Selain meningkatkan kemampuan akademik, program ini juga menargetkan pembangunan karakter siswa, seperti rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan bekerja sama. Hasil penskroranya dari AKM tersebut pada saat pretest yaitu 22% untuk literasi dan 28% untuk numerasi, kemudian pada saat postes AKM hasilnya penskroranya menjadi lebih baik yaitu 54% untuk literasi dan 62% untuk numerasinya, berarti terjadi kenaikan 32% pada kemampuan literasi dan 34% kemampuan numerasi. Program ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga memberdayakan komunitas secara menyeluruh.
Copyrights © 2024