Abstrak Artikel ini menganalisis penggunaan ma istifham dalam QS An-Nisa ayat 75, yang berfungsi sebagai amar (perintah) meskipun berbentuk pertanyaan. Dalam ayat ini, pertanyaan Allah tidak hanya bertujuan untuk mencari jawaban, tetapi juga untuk menegaskan perintah untuk berperang di jalan Allah demi membela orang-orang tertindas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang menunjukkan bahwa ma istifham dalam ayat ini bertujuan untuk membangkitkan rasa tanggung jawab dan menyentuh hati kaum Muslimin untuk bertindak demi keadilan. Selain itu, bentuk ma istifham ini juga mengandung kecaman moral bagi mereka yang memilih untuk tidak membela kebenaran.
Copyrights © 2024