Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh media sosial terhadap perilaku penyimpangan seksual pada remaja, khususnya pada platform Instagram, TikTok, dan Twitter atau sekarang yang disebut dengan X, yang banyak diakses oleh Generasi Z. Hal ini mengingat bahwa remaja pada masa kini sangat rentan terpapar berbagai konten yang dapat mempengaruhi perilaku dan pola pikir mereka, termasuk dalam hal seksualitas. Media sosial, sebagai ruang komunikasi yang bebas, memungkinkan terjadinya penyimpangan perilaku, terutama di kalangan remaja yang cenderung mencari pengakuan atau validasi dan identitas dirinya di dunia maya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis komentar-komentar yang ditemukan pada unggahan selebriti di akun media sosial yang populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan seksual pada remaja di media sosial dipengaruhi oleh faktor anonimnya pengguna, kebebasan berekspresi tanpa batas, serta rendahnya kesadaran akan dampak negatif dari konten yang dikonsumsi. Selain itu, sebagian besar remaja yang terlibat dalam perilaku menyimpang tidak memperhatikan nilai-nilai agama Islam yang mengajarkan tentang kesucian, etika bergaul, dan menjaga kehormatan diri. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya Generasi Z, tentang pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, serta menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman untuk menjaga moralitas dan etika berperilaku di dunia maya.
Copyrights © 2025