Artikel yang berjudul Peranan Budaya Organisasi, Motivasi dan Pelatihan Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Studi Kasus Di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Barat) dilatarbelakangi implementasi penilaian prestasi kerja di instansi pemerintahan sejak tahun 2014 sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011. Observasi awal menunjukkan kinerja pegawai Bappeda Provinsi Jawa Barat masih rendah dan belum memenuhi target. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hubungan antar variable. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif dengan tehnik pengumpulan data melalui kuesioner pada 59 sampel. Analisis Regresi Linier Berganda menunjukkan bahwa variabel budaya, motivasi, dan pelatihan memiliki koefisien positif terhadap kinerja. Uji F menunjukkan Fhitung (47,682) > Ftabel (2,77) atau Sig. (0,000) < 0,05, yang berarti ada peranan signifikan budaya organisasi, motivasi, dan pelatihan dalam meningkatkan kinerja pegawai sedangkan nilai koefisien determinasi R Square sebesar 0,772 hal ini menunjukkan adanya kontribusi budaya organisasi, motivasi, dan pelatihan dalam meningkatkan kinerja sebesar 72,2 persen. Temuan utama mencakup: 1) Budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai, 2) Motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai, dan 3) Pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai.
Copyrights © 2024