Datangnya perasaan cemas pada mahasiswa semester akhir bisa berimbas pada gangguan psikologis seperti stres, sulit tidur atau insomnia, sering merasa cemas, frustasi, gampang marah, kehilangan motivasi, dan menunda menyelesaikan tugas akhir. Mereka cemas akan menganggur setelah lulus studi di perguruan tinggi. Walaupun sesungguhnya hal ini belum tentu terjadi, tapi tentunya hal tersebut membahayakan kesejahteraan individu pada mahasiswa semester akhir di masa yang akan dating. Penelitian mengenai penerapan bimingan kelompok dengan teknik diskusi untuk mengatasi kecemasan karir mahasiswa semester akhir ini menggunakan penelitian tindakan dengan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menekankan pada kegiatan (tindakan) dengan menguji cobakan suatu ide ke dalam suatu praktek atau situasi nyata. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan karir mahasiswa semester akhir di Institut Attanwir Bojonegoro. Hal ini dapat dilihat melalui perubahan yang terjadi pada anggota kelompok dari pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga seiring dengan treatment yang dilakukan saat sesi bimbingan kelompok. Dalam pelaksanaan tindakan untuk mengatasi kecemasan karir akan lebih optimal lagi apa bila mahasiswa menanamkan sifat optimisme, berfikir positif, mengetahui potensi yang dimiliki entah itu dari keluarganya maupun dari dirinya sendiri dan didukung oleh teman sebaya, serta orang tua berperan aktif dan efektif dalam mengatasi kecemasan yang dialami mahasiswa tingkat akhir.
Copyrights © 2024