Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa mencoba mencari teman untuk berinteraksi dengan orang lain dan ia akan menentukan tipe teman yang akan menjadi pilihannya sendiri. Ini yang disebut dengan kelompok sebaya yang memberi pengaruh terhadap perilaku siswa. Golongan itu dapat memilih, menerima, dan menghargainya. Apabila siswa yang baik tetapi berteman dengan golongan yang tidak baik maka ia akan menjadi siswa yang tidak baik pula. Sehingga siswa yang membolos adalah siswa yang berteman dengan golongan yang tidak baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku membolos siswa di SMA Negeri 99 Jakarta. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif untuk mengetahui bagaimana tingkat membolos siswa di SMA Negeri 99 Jakarta dengan cara mengumpulkan data sebanyak banyak nya melalui observasi dan wawancara yang dilakukan di sekolah kemudian data yang diperoleh di interpretasikan oleh peneliti. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti ditemukan tiga siswa yang sering melakukan perilaku membolos diantaranya berinisial MF, ZN dan MI yang merupakan siswa kelas XI di SMA Negeri 99 Jakarta. Selanjutnya peneliti melalui pendekatan lebih dalam dan memberikan pengarahan tentang apa saja akibat dan dampak yang diperoleh dari perilaku membolos dengan harapan perilaku membolos di sekolah dapat terselesaikan dengan baik dan siswa secara perlahan meninggalkan perilaku negatif tersebut.
Copyrights © 2024