Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan ejaan bahasa Indonesia yang baku dalam interaksi sehari-hari di lingkungan masyarakat. Dengan menggunakan metode observasi dan wawancara terhadap 150 responden dari berbagai kalangan, penelitian ini memulai bagaimana ejaan baku dipraktikkan dalam percakapan lisan, surat-menyurat, serta dokumen resmi di komunitas lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat mengenal aturan ejaan yang baku, penerapannya dalam komunikasi lisan sangat minim, terutama pada kalangan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah hingga menengah. Sementara itu, penggunaan ejaan yang baku lebih terlihat dalam dokumen resmi, namun masih ada kesalahan yang cukup sering ditemukan. Faktor-faktor seperti pendidikan, kebiasaan berbahasa, dan lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap keteguhan penerapan etika baku. Penelitian ini menyarankan adanya program literasi bahasa di tingkat komunitas untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan ejaan yang benar.
Copyrights © 2025