Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak ketidakharmonisan keluarga terhadap prestasi belajar mahasiswa dengan pendekatan kualitatif. Ketidakharmonisan keluarga yang meliputi konflik antar anggota keluarga, perceraian, atau masalah komunikasi, dapat memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa, yang pada gilirannya memengaruhi kemampuan akademik mereka. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 15 mahasiswa yang mengaku mengalami ketidakharmonisan dalam keluarga mereka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama yang muncul dalam pengalaman para partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakharmonisan keluarga menimbulkan dampak emosional seperti stres, kecemasan, dan perasaan tidak aman, yang mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar. Selain itu, ketidakharmonisan ini juga mengarah pada penurunan kepercayaan diri dan perasaan isolasi, yang semakin memperburuk kinerja akademik mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakharmonisan keluarga dapat menjadi faktor signifikan yang memengaruhi prestasi belajar mahasiswa, dan pentingnya dukungan emosional serta intervensi psikologis untuk membantu mereka mengatasi tantangan tersebut.
Copyrights © 2025