Konsep "desa wisata" mengacu pada pengembangan wilayah dengan tujuan menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Masyarakat desa diharapkan dapat berkembang dengan mengelola seluruh daya tarik wisata dengan benar. Pulau Bintan juga memiliki banyak desa wisata. Beberapa di antaranya adalah Desa Wisata Ekang Anculai dan Desa Wisata Pengudang, dan lain lain. Namun, data menunjukkan bahwa Pulau Bintan masih jauh dari jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan dengan daerah lainnya. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana sistem pemerintahan berperan dalam pembangunan Desa Wisata di Kabupaten Bintan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang berarti bahwa hasilnya adalah data deskriptif. Sumber primer dan sekunder dapat digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data menggunakan model proses analisis data Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahapan (Sugiyono, 2010:91). Pertama, data direduksi; ini berarti memilih dan merangkum data yang penting, lalu membuat kategori. Kedua, penyajian data, atau penampilan data, adalah menyajikan data dalam bentuk yang lebih terorganisir. Terakhir, penarikan atau verifikasi kesimpulan.
Copyrights © 2024