Berdasarkan data di Puskesmas Karangpawitan pada tahun 2023 terdapat sebanyak 135 orang lansia mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh 22,9% akibat kecemasan, 28,1% akibat kebiasaan tidur larut malam, 18,5% karena masalah kesehatan fisik, dan 30,3% sering terbangun di tengah malam. Dampak dari gangguan tidur pada lanjut usia apabila tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup, demensia, suasana hati, produktivitas, dan kesehatan fisik. Salah satu terapi untuk meningkatkan kualitas tidur dapat menggunakan terapi murotal dan senam lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan pemberian terapi Murotal Al-Quran dan senam lansia terhadap kualitas tidur pada lansia. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada bayi sebanyak 2 orang lansia yang mengalami gangguan tidur. Hasil penelitian menunjukkan pemberian terapi murotal efektif dalam meningkatkan kualitas tidur ditandai dengan skor PSQI sebelum intervensi sebesar 9 menjadi 7 setelah intervensi. Pemberian pemberian senam lansia juga efektif dalam meningkatkan kualitas tidur ditandai dengan skor PSQI sebelum senam lansia sebesar 9 menjadi 8 setelah senam lansia. Terdapat perbedaan antara pemberian terapi murotal Al Quran dan senam lansia terhadap peningkatan kualitas tidur lansia dimana terapi murotal lebih efektif terhadap peningkatan kualitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kualitas tidur pada lansia dengan menggunakan pemberian terapi murotal dan senam lansia.
Copyrights © 2024