Pendidikan mengajarkan bahwa ilmu tidak hanya untuk kecerdasan intelektual, tetapi juga untuk menguatkan nilai spiritual dan etika. Namun, perkembangan zaman dan pengaruh teknologi telah mengurangi etika yang mana dipicu oleh kurangnya perhatian orang tua dan minimnya pendidikan karakter. Etika adalah sikap dan perilaku seseorang yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan, penghormatan, dan kejujuran dalam hubungan dengan orang lain. Penelitian tentang konsep etika murid dengan guru dalam proses pembelajaran menurut Aidh Al-Qarni penting dilakukan untuk emenggali nilai-nilai etika yang dapat membentuk hubungan yang harmonis antara murid dan guru. Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan dokumentasi. Peneliti mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis informasi dari kitab karya Aidh Al-Qarni serta jurnal referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep etika murid terhadap guru dalam pembelajaran menurut Aidh Al-Qarni sangat penting untuk keberhasilan pendidikan. Etika ini mencakup sikap menghormati, kerjasama, tanggung jawab, tekad kuat dalam belajar, dan rasa syukur. Namun, penerapannya menghadapi tantangan seperti pengaruh budaya modern, media sosial, dan kurangnya pendidikan karakter di rumah. Untuk mengatasinya, kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua sangat dibutuhkan melalui teladan positif dan pendidikan karakter sejak dini. Etika yang baik dapat mempererat hubungan guru dan murid, menciptakan komunikasi yang efektif, serta mendukung kesuksesan akademis dan pembentukan karakter murid.
Copyrights © 2024