Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir namun kondisi stunting baru kelihatan setelah bayi berusia 2 tahun. Prevalensi stunting di Indonesia dibandingkan negara lain di Asia menempati posisi tertinggi ke-3 setelah Timor Leste dan India. Kasus stunting meningkat, keluarga yang beresiko stunting di provinsi Maluku sebesar 7,83. Tujuan penelitian untuk memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di kepulauan tanimbar tahun 2024. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, secara acak sederhana dengan cara undian dan perbandingan besar sampel antara kasus dan kontrol yaitu 1:1 sebanyak 30 anak stunting dan 30 anak tidak stunting sehingga total sampel 60 anak. Analisis univariat menggunakan persentase, bivariate menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian stunting adalah usia anak, pengetahuan ibu tentang stunting, LILA ibu, pola asuh, anak memiliki jaminan kesehatan dan anak kesulitan makan. Puskesmas Saumlaki untuk terus menggalakkan program pemerintah dalam upaya penurunan stunting.
Copyrights © 2024