Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui peran komunikasi fatis dalam hubungan interpersonal pada anak broken home di Desa Pangi-Pangi Kecamatan Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur.dengan menggunakan pendekatan teori self disclosure (Johnson, 1981). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan fenomena secara mendalam mengenai bagaimana efektivitas komunikasi antarbudaya, dan menggunakan teknik analisis data dengan mengambil sampel data untuk menjawab rumusan masalah dan mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komunikasi fatis terhadap anak-anak broken home di Desa Pangi-Pangi Kecamatan Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur secara umum sering terjadi dalam keluarga. Komunikasi fatis berperan dalam pembentukan hubungan dan menciptakan hubungan yang erat antara anak dan orang tua pada keluarga broken home di Desa Pangi-Pangi Kecamatan Poli-Polia Kabupaten Kolaka Timur. Pada variabel kasih sayang (affection) berupa adanya belaian, pelukan, mengusap kepala, mengelus pundak dan sapaan. Pada variabel penghargaan (appreciation) orang tua memberikan motivasi, hadiah dan pujian kepada anaknya. Pada variabel pengakuan (acknowledgement) anak mendapatkan perhatian yang baik dari orang tuanya. Pada variabel kemutlakan (absolute) bentuk yang terjadi seperti penggunaan bahasa dan nada yang baik serta memberikan contoh. Untuk variabel penerimaan (acceptance) terjadi seperti curhatan, candaan dan teguran. Terakhir, variabel tindakan (action) berupa pemberian nasihat, menuruti permintaan anak dan membuka percakapan.
Copyrights © 2024