Masyarakat saat ini lebih aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi politik terutama Facebook dalam kehidupan sehari-hari oleh sebab itu Facebook di gunakan sebagai media literasi politik. Masalah dalam penelitian ini adalah adalah untuk memahami sejauh mana Facebook berperan dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam proses tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan Facebook sebagai media literasi politik (Studi pada masyarakat di Kecamatan Ladongi). Penelitian ini mengunakan teori jaringan sosial dari Ronal Burt (1990). Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian dengan mengunakan 3 indikator teori jaringan sosial yaitu: Technical Skills, Masyarakat di Kecamatan Ladongi menunjukkan tingkat literasi politik yang baik dalam memanfaatkan Facebook, dengan menerapkan teknik verifikasi silang, memeriksa komentar pengguna, dan mengandalkan sumber berita kredibel seperti Facebook Tribunnews Sultra untuk memastikan keakuratan informasi politik. Critical Understnanding, Masyarakat di Kecamatan Ladongi memiliki tingkat kesadaran kritis yang tinggi terhadap informasi politik di Facebook. Mereka menyadari bahwa informasi di media sosial dapat dipengaruhi oleh berbagai kepentingan politik dan tidak menerima informasi secara sembarangan. Communicative Abiliti, Masyarakat di Kecamatan Ladongi menunjukkan tingkat literasi politik yang tinggi dalam menggunakan Facebook untuk berbagi informasi politik. Mereka fokus pada berita terkini yang terkait dengan pemerintah dan isu-isu politik yang sedang trending, seperti perubahan kebijakan atau peristiwa besar.
Copyrights © 2024