Gerakan Literasi Sekolah bertujuan untuk mendorong siswa untuk memiliki kebiasaan membaca. Kemendikbud menganggap program ini sebagai inovasi dalam menumbuhkankembangkan budaya literasi dan moral siswa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan, kendala dan evaluasi pelaksanaan GLS di MI Salafiyah Tanon. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang merupakan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data termasuk wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Tarjo, 2019 yang mencakup reduksi data, triangulasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data menggunakan teknik truangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan siswa kurang tertarik untuk membaca adalah malas terus-menerus, menganggap membaca sebagai sesuatu yang membosankan, dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya membaca buku. Melakukan sosialisasi kepada orang tua dan memperbarui saran dan prasarana membaca adalah bagian dari evaluasi yang dilakukan.
Copyrights © 2024