Pembangunan Wisata Sumber Gempong di Mojokerto merupakan salah satu destinasi yang berkembang di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Wisata ini berfokus pada daya tarik alam dan sumber mata air alami yang menjadi ikon utama. Meskipun masyarakat lokal dilibatkan dalam pengelolaan, terkadang terdapat kurangnya koordinasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal dalam mengelola tempat wisata secara profesional. Pengelolaan keuangan Objek Wisata Taman Sumber Gempong di Desa Ketapanrame, Kabupaten Mojokerto, memainkan peran penting dalam memastikan keberlanjutan dan keberhasilan tempat wisata ini. Pengelolaan keuangan yang baik mencakup perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan yang tepat untuk mengoptimalkan pendapatan dan menjaga kualitas pengelolaan tempat wisata. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah melalui penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatf yang berbentuk deskriptif analitis. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teori triangulasi. Hasil kesimpulan penelitian ini yaitu Sumber Gempong belum melakukan penghitungan depresiasi aktiva tetap, sehingga objek wisata Sumber Gempong belum mengetahui nilai ekonomis dari suatu aktiva tetapnya yang digunakan untuk menunjang produktivitas wisata. Hasil penghitungan penulis depresiasi aktiva tetap dengan menggunakan metode garis lurus pada objek wisata Sumber Gempong menghasilkan total beban depresiasi aktiva tetap per bulan sebesar Rp. 9.066.155 total akumulasi depresiasi aktiva tetap sampai dengan akhir tahun 2023 sebesar Rp.217.571.532 dan nilai buku sebesar Rp.637.767.718. Laporan laba rugi objek wisata Sumber Gempong yang disajikan penulis dengan metode depresiasi garis lurus tahun 2023 menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp 98.024.595. Tarif pajak penghasilan yang dikenakan sebesar 1% sehingga besarnya pajak penghasilan adalah Rp 9.802.459. Total laba bersih setelah dikurangi pajak adalah sebesar Rp 88.222.236. Sedangkan tahun 2024 menghasilkan laba bersih sebelum pajak sebesar Rp. 34.374.845 tarif pajak penghasilan yang dikenakan sebesar 1%. Besarnya pajak penghasilan adalah Rp. 3.437.484. Total laba bersih setelah dikurangi pajak adalah sebesar Rp. 30.933.361. Diketahui laporan neraca yang disajikan penulis dengan metode depresiasi garis lurus pada tahun 2023 menunjukkan total aktiva sebesar Rp. 3.891.843.952 dan total kewajiban dan ekuitas sebesar Rp. 708.901.759. Kemudian pada tahun 2024 menunjukkan total aktiva sebesar Rp. 1.912.793.782 dan total kewajiban dan ekuitas sebesar Rp. 600.172.584 dimana objek wisata sumber gempong belum melakukan penghitungan depresiasi aktiva tetap sehingga akumulasi depresiasi aktiva tetap belum di masukkan ke dalam laporan neraca objek wisata. Perlunya pengurangan beban biaya yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi pengeluaran operasional
Copyrights © 2024