Penelitian ini bertujuan memahami peristiwa pasar malam sebagai ruang pendidikan informal melalui analisis konsep deteritorialisasi dari Deleuze dan Guattari. Pasar malam sebagai ruang yang dinamis, tidak hanya menjadi arena transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi budaya, pertukaran pengetahuan, dan pembentukan identitas masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap pengunjung di pasar malam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan kerangka deteritorialisasi untuk menggambarkan bagaimana pasar malam melampaui batas-batas formal pendidikan, menciptakan ruang belajar yang fluid dan penuh kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar malam merupakan arena deteritorialisasi pendidikan, di mana nilai-nilai dan pengetahuan lokal, keterampilan negosiasi, serta adaptasi budaya terdistribusi secara organik. Pasar malam memperlihatkan pengaburan batas antara ruang ekonomi dan ruang pendidikan, menjadikannya locus pembelajaran alternatif yang tidak terikat oleh institusi formal. Selain itu, proses deteritorialisasi di pasar malam melampaui pemahaman tradisional tentang pendidikan dengan menunjukkan bahwa pengetahuan dan pembelajaran dapat berkembang di ruang-ruang marjinal dan sementara. Penelitian ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang pendidikan informal dan ruang-ruang marjinal, serta membuka peluang eksplorasi lebih lanjut mengenai peran ruang-ruang non-formal dalam membangun masyarakat pembelajar. Pasar malam, sebagai situs deteritorialisasi, menjadi contoh nyata dari bagaimana pendidikan dapat terjadi di luar kontrol institusional, menawarkan alternatif yang inklusif dan fleksibel dalam penyebaran pengetahuan.
Copyrights © 2024