Meningkatnya volume jumlah sampah di Kota Yogyakarta mendorong Wali Kota Yogyakarta mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 660/6123/SE/2022 pada Desember 2022 mengenai Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA). Namun, kebijakan ini masih belum optimal diterapkan karena minimnya komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji lebih dalam terkait dengan proses komunikasi Pemerintah Kota Yogyakarta dan respon masyarakat berdasarkan Sentiment Analysis terhadap Gerakan Zero Sampah Anorganik. Riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data primer melalui teknik in-depth interview dan data sekunder melalui teknik desk study. Peneliti mengkategorikan unsur-unsur komunikasi meliputi komunikator, pesan, media, komunikan, dan feedback. Komunikator dalam riset ini yaitu Bappeda Kota Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogyakarta, dan Fasilitator Kelurahan (Faskel) Kota Yogyakarta. Kemudian pesan yang disampaikan mengenai GZSA diambil dari media sosial (Instagram) @pemkotjogja dan @dlh.kotayk sebagai media sosial yang paling aktif dan reaktif dalam penyebaran informasi. Komunikan dalam riset ini adalah masyarakat Kota Yogyakarta dan netizen. Akan tetapi, respon masyarakat cenderung negatif dan hanya sampai di tahap kognitif. Oleh karenanya dapat dimaknai bahwa belum terjalinnya sebuah feedback dalam GZSA ini.
Copyrights © 2024