Pendidikan sangat penting untuk membentuk jati diri ke arah yang positif. Transformasi dari masa ke masa dinilai sangat diperlukan guna beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pendidikan pesantren merupakan salah satu media yang tidak hanya untuk memahami ilmu agama tetapi juga menguasai ilmu umum secara seimbang. Khususnya di Pondok Pesantren Tebuireng yang mengalami perkembangan pesat pada masa kepemimpinan KH. Salahuddin Wahid. Peneliti tertarik untuk mengetahui tentang bagaimana model kepemimpinan KH. Salahuddin Wahid dalam mengembangkan pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng. Ada dua fokus permasalahan dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana KH. Salahuddin Wahid dalam mengembangkan pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng, 2. Bagaimana pelaksanaan KH. Salahuddin Wahid dalam mengembangkan pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng. Dalam penelitian skripsi ini penulis menggunakan pendekatan sejarah dalam hal ini penulis mencoba mengungkap bagaimana KH. Salahuddin Wahid, termasuk pendidikannya, serta pengalaman dan perannya baik di bidang pendidikan, sosial, dan politik. Kemudian untuk melengkapi analisisnya, penulis juga menggunakan pendekatan sosiologi sebagai alat bantunya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model kepemimpinan KH. Salahuddin Wahid termasuk dalam pola kepemimpinan yang kharismatik, demokratis, transformatif, dan rendah hati.
Copyrights © 2024