Perkembangan teknologi melahirkan inovasi dan terobosan yang membantu aktifitas kehidupan manusia dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan. TK Harapan Popongan merupakan sebuah pendidikan taman kanak yang masih berkomunikasi dengan cara bertatap muka, hal ini membuat efektifitas pembelajaran terganggu akibat hilangnya kontrol pengawasan terhadap siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka penerapan teknologi dibutuhkan untuk memudahkan para guru dalam berkomunikasi agar lebih efektif. Voice Over Internet Protocol (VOIP) sebuah inovasi teknologi yang berguna untuk membantu memudahkan aktifitas komunikasi antar individu tanpa harus bertatap mata secara langsung. Dalam penerapan Voice Over Internet Protocol (VOIP) menggunakan server Trixbox sebagai pengganti PBX server, dan softphones Zoiper sebagai sarana komunikasi. Jaringan internet yang ada belum bisa menjangkau seluruh ruangan yang ada, oleh karena itu Voice Over Internet Protocol (VOIP) memanfaatkan Powerline Communication (PLC) yang memanfaatkan aliran listrik sebagai jalur transmisinya. Tujuan penggunaan Powerline Communication (PLC) adalah untuk menyalurkan internet keseluruh ruangan tanpa harus membangun jaringan internet yang tentu membutuhkan biaya ekstra. Untuk mengetahui kualitas Voice Over Internet Protocol (VOIP) pada Powerline Communication (PLC) dilakukan analisa Quality of Service (QoS) dengan menggunakan parameter throughput, packet loss, delay, dan jitter di dua aliran listrik yaitu aliran listrik bertegangan 110 volt, dan 220 volt, kedua percobaan dilakukan di ruangan TKA dan TKB. Hasil menunjukkan bahwa performa Voice Over Internet Protocol sedikit lebih baik ketika dijalankan pada aliran listrik bertegangan 220 voltĀ di kedua ruangan yang berbeda dengan nilai throughput tertinggi pada TKA = 180k, packet loss keduanya = 0%, delay TKB = 9,5489, jitter TKB = 9,5484.
Copyrights © 2024