Peningkatan digitalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk di lingkungan keagamaan. Penelitian ini membahas implementasi digitalisasi di Gereja Pantekosta di Indonesia jemaat Hermon Asabri, dengan fokus pada transformasi dari sistem konvensional menjadi penggunaan teknologi dalam menampilkan serangkaian kegiatan gereja (warta jemaat). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan survei untuk mengumpulkan persepsi dan pengalaman dari anggota jemaat terkait digitalisasi warta. Temuan menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam menyebarkan informasi gerejawi telah menghasilkan peningkatan aksesibilitas, keterbukaan, dan keterlibatan anggota jemaat. Keterbukaan terhadap platform digital memungkinkan warta jemaat dapat disampaikan secara lebih efektif, responsif, dan tepat waktu. Namun, tantangan seperti kecukupan akses teknologi, keamanan informasi, dan adaptasi terhadap perubahan budaya juga muncul selama proses digitalisasi ini. Hasil dari penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peran teknologi dalam menyebarkan informasi kegiatan keagamaan dan interaksi di dalam komunitas gereja. Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya penyesuaian strategi komunikasi dalam mengadopsi teknologi yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan jemaat di era digital.
Copyrights © 2024