Pembuatan tahu dan tempe menghasilkan limbah yang cukup banyak terutama limbah cair. Limbah tahu dan tempe ini apabila dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan suasana yang tidak menyenangkan. Oleh karena itu tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengolah limbah tahu cair menjadi pupuk organik dengan cara fermentasi. Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa KKN kelompok 44 Universitas Muhammadiyah Riau di kecamatan Bukit Batrem yaitu pemanfaatan limbah tahu dan tempe menjadi pupuk organik kecamatan Bukit Batrem yang terletak di Kota Dumai. dan masyarakat disana berprofesi sebagai petani tahu dan tempe, dan masyarakat disana mempunyai permasalahan yaitu pembuangan limbah tahu dan tempe sehingga semua aktifitas masyarakat disana terganggu, mahasiswa KKN Kelompok 44 Universitas Muhammadiyah Riau memanfaatkan limbah tahu dan tempe untuk dijadikan pupuk organik untuk penanaman benih sayuran misalnya benih cabai dan terong, dimana dalam proses pembuatan pupuk organik EM 4 menggunakan dolonit dan gula merah kemudian difermentasi selama 14 hari. Setelah dua minggu, pupuk organik sudah dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman oleh masyarakat di Kecamatan Bukit Batrem, Dumai Timur, Riau Indonesia. Kegiatan ini melibatkan 13 mahasiswa KKN dan ibu-ibu PKK sebagai perwakilan masyarakat Kecamatan Bukit Batrem. Bentuk evaluasi ini dilakukan secara berkala dengan melakukan kunjungan, menjelaskan proses fermentasi.
Copyrights © 2024