Bahasa daerah di Indonesia mengalami penurunan jumlah penutur akibat pengaruh globalisasi dan perubahan budaya yang masif. Di tengah tantangan tersebut, teknologi menawarkan peluang untuk mendukung revitalisasi bahasa daerah melalui aplikasi digital, media sosial, dan platform pembelajaran interaktif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara teknologi dan pelestarian bahasa daerah, dengan fokus pada dampak, tantangan, dan sinergi antara tradisi dan inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mampu memperluas akses pembelajaran bahasa daerah, khususnya bagi generasi muda, namun keberhasilannya sangat bergantung pada integrasi nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menyarankan perlunya kolaborasi lintas sektor antara komunitas adat, pengembang teknologi, dan pemerintah, serta penguatan kebijakan yang mendukung pelestarian bahasa daerah secara berkelanjutan. Dengan demikian, bahasa daerah dapat terus hidup dan menjadi bagian integral dari identitas budaya bangsa di era modern.
Copyrights © 2024