Artikel ini akan membahas terkait penggunaan bahasa yang tepat untuk menyampaikan suatu kebijakan publik, hal tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam menunjukkan apakah informasi ataupun kebijakan publik yang disampaikan dapat dipahami serta benar-benar tersampaikan secara baik oleh masyarakat. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi apa saja faktor-faktor yang menjadi hambatan suatu pembuat kebijakan publik dalam penggunaan bahasa yang tepat, serta mencari strategi yang tepat untuk hambatan tersebut. Penggunaan bahasa yang jelas, sederhana, dan lugas dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi publik dalam kebijakan tersebut. Adapun sebaliknya, apabila penggunaan bahasa yang ambigu dan bertele-tele maka akan cenderung menyebabkan publik memiliki pemahaman yang kurang jelas sehingga terjadi kebingungan serta informasi yang terlewat. Penggunaan bahasa yang rumit akan menjadi hambatan dalam pemahaman kebijakan publik terhadap masyarakat, yang pastinya juga mengurangi tingkat partisipasi publik terhadap kebijakan pemerintah. Pembuat kebijakan harus lebih memperhatikan aspek bahasa yang digunakan dalam merancang kebijakan yang komprehensif serta mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, dimana komunikasi antara pemerintah dengan publik akan menjadi lebih efektif guna meningkatkan partisipasi publik terhadap kebijakan pemerintah.
Copyrights © 2024