Penelitian ini mengeksplorasi hubungan sinergis antara filsafat, sains, dan pendidikan dalam mendukung kemajuan peradaban manusia. Pendidikan, sebagai medium holistik, memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai filsafat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sehingga menghasilkan generasi yang kritis, reflektif, dan beretika. Dengan menggunakan metode studi literatur dan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis bagaimana pendidikan dapat menjembatani kecenderungan spesialisasi ilmu yang mengisolasi, serta membangun harmoni lintas disiplin. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan berbasis filsafat tidak hanya memperkuat nalar kritis tetapi juga memberikan kerangka etis dalam penerapan teknologi. Aksiologi, sebagai pilar penjaga nilai, memastikan bahwa inovasi sains dan teknologi mendukung keberlanjutan serta kesejahteraan manusia. Dalam konteks global, pendidikan berbasis nilai Islam berwawasan universal turut berperan dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 dengan menanamkan moralitas, kolaborasi global, dan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara filsafat, sains, dan pendidikan untuk menciptakan peradaban yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai kemanusiaan
Copyrights © 2025