Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru SLB terhadap pendidikan seksual pada siswa autis usia remaja tingkat SMALB di Kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 7 guru SMALB sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan secara hybrid (daring dan luring) menggunakan Google Form dan lembar formulir. Instrumen penelitian terdiri dari 33 pernyataan yang sudah divalidasi mencakup tiga aspek: pengetahuan, sikap dan perilaku, dan pelaksanaan program pendidikan seksual serta 7 pertanyaan tertutup tentang penerapan pendidikan seksual di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71% responden memiliki persepsi tinggi dan 29% memiliki persepsi sedang terhadap pentingnya pendidikan seksual bagi siswa autis. Seluruh guru (100%) telah melaksanakan pendidikan seksual metode yang bervariatif, dengan metode nasehat/ceramah serta perhatian & pengawasan sebagai pendekatan yang paling banyak digunakan (85%). Namun, 71% guru mengalami hambatan dalam penyampaian materi terutama terkait kesulitan komunikasi dan kebutuhan pengulangan materi. Penelitian ini mengindikasikan bahwa guru SMALB memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya pendidikan seksual bagi siswa autis dan telah berupaya mengimplementasikannya meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Copyrights © 2024