Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penggunaan bahasa daerah dalam proses belajar-mengajar mempengaruhi identitas budaya siswa sekolah dasar. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dan kuantitatif digabungkan untuk menggunakan metode campuran. Wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi di kelas, dan kuesioner yang dibagikan kepada siswa dan orang tua adalah semua metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa daerah secara signifikan memperkuat identitas budaya siswa. Siswa yang belajar menggunakan bahasa daerah juga lebih aktif dalam partisipasi kelas, memiliki kosa kata yang lebih besar tentang budaya lokal, merasa bangga dengan identitas mereka, dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang budaya lokal. Selain itu, penggunaan bahasa daerah juga meningkatkan kesadaran tentang keberagaman budaya dan hubungan antara komunitas mereka. Menurut penelitian ini, memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum sekolah dasar adalah cara yang efektif untuk mempertahankan budaya lokal dan memperkuat identitas budaya siswa. Untuk membuat materi ajar yang berbasis bahasa daerah dan membantu guru menerapkannya dengan baik, pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan harus memberikan dukungan lebih lanjut.
Copyrights © 2024