Produksi beras mengalami penurunan terus menerus dari tahun 2020 hingga 2023, terutama karena dampak buruk perubahan iklim, seperti kekeringan dan banjir. Penurunan produksi beras nasional ini secara langsung berdampak pada pendapatan petani padi yang hanya mengandalkan pertanian padi. Akibatnya, hal ini mempengaruhi standar hidup para petani, yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder. Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rumah tangga petani padi sebelum dan selama dampak perubahan iklim di Kabupaten Demak. Survei dilakukan pada bulan Juli 2024, dengan menggunakan sampel sebanyak 248 petani padi yang dipilih secara acak sederhana. Data dianalisis dengan menggunakan alat analisis uji-t dua sampel berpasangan, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pendapatan dan pengeluaran konsumsi sebelum dan selama dampak perubahan iklim. Studi ini menemukan bahwa pendapatan petani menurun sebesar 23,91% selama perubahan iklim, yang kemudian berdampak pada pengeluaran konsumsi rumah tangga petani, yang meningkat sebesar 8,95%. Hasil uji-t mengkonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan dalam pengeluaran konsumsi rumah tangga petani sebelum dan selama dampak perubahan iklim, yang menyoroti kebutuhan mendesak bagi petani untuk mengadopsi strategi adaptasi untuk mengatasi penurunan pendapatan, seperti mencari sumber pendapatan tambahan.
Copyrights © 2024