Penelitian ini membahas prasangka sebagai hambatan dalam komunikasi antarbudaya, yang semakin penting di era globalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa prasangka, sering kali berakar dari stereotip etnis, dapat menghambat pemahaman dan mendorong konflik antar kelompok budaya yang berbeda. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme munculnya prasangka dan dampaknya terhadap komunikasi lintas budaya. Hasil menunjukkan bahwa stereotip menyederhanakan identitas budaya yang kompleks, menciptakan kesalahpahaman, dan memperburuk hubungan antar etnis. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan lima langkah strategis: menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan baik, meningkatkan pendidikan, menghindari diskriminasi, dan menjalin kerja sama antarbudaya. Dengan memahami konteks komunikasi antarbudaya secara lebih baik, diharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis dan saling menghormati di tengah keberagaman yang ada.
Copyrights © 2024