Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tantangan dan Inovasi dalam Komunikasi Antar Budaya di Era Globalisasi Widyanarti, Tantry; Syahrani, Rima Haliza; Fadhilah, Nindi; Adawiyyah, Nurul; Setiawaty, Siti Hodijah; Putri, Adisti Olivia Ananda
Interaction Communication Studies Journal Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v1i3.3320

Abstract

Era globalisasi telah melahirkan lanskap global yang semakin saling berhubungan, sehingga memperkenalkan tantangan dan peluang baru dalam ranah komunikasi antarbudaya. Tantangan utama dalam komunikasi antarbudaya mencakup variasi dalam bahasa, nilai, norma, dan persepsi, yang dapat berujung pada kesalahpahaman dan konflik. Transformasi ini terbukti di berbagai domain, termasuk seni, penelitian ilmiah, dan tata kelola organisasi. Selain itu, stereotip dan bias memiliki kapasitas untuk mengintensifkan interaksi di antara individu yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Dalam disiplin Kemahiran Komunikasi Antarbudaya, menjadi semakin penting untuk mengatasi hambatan ini melalui penerapan strategi komprehensif, seperti penggunaan bahasa asertif. Untuk mengatasi tantangan ini secara efektif, kemajuan dalam teknologi dan metodologi komunikasi sangat penting. Teknologi informasi, termasuk platform media sosial dan aplikasi terjemahan, telah memfasilitasi saluran komunikasi yang baru, lebih efektif, dan efisien. Sebaliknya, metodologi seperti pendidikan multikultural dan pelatihan kompetensi antarbudaya telah menunjukkan kemanjuran dalam meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan toleransi di antara individu. Dengan mengintegrasikan inovasi teknologi dengan strategi pendidikan, praktik komunikasi antarbudaya dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga menumbuhkan hubungan yang lebih harmonis dan produktif dalam konteks globalisasi.
Prasangka sebagai Hambatan Komunikasi Antarbudaya Adnan, Fahri; Widyanarti, Tantry; Wibisono, Wahyu
Interaction Communication Studies Journal Vol. 1 No. 3 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v1i3.3336

Abstract

Penelitian ini membahas prasangka sebagai hambatan dalam komunikasi antarbudaya, yang semakin penting di era globalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa prasangka, sering kali berakar dari stereotip etnis, dapat menghambat pemahaman dan mendorong konflik antar kelompok budaya yang berbeda. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme munculnya prasangka dan dampaknya terhadap komunikasi lintas budaya. Hasil menunjukkan bahwa stereotip menyederhanakan identitas budaya yang kompleks, menciptakan kesalahpahaman, dan memperburuk hubungan antar etnis. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan lima langkah strategis: menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan baik, meningkatkan pendidikan, menghindari diskriminasi, dan menjalin kerja sama antarbudaya. Dengan memahami konteks komunikasi antarbudaya secara lebih baik, diharapkan dapat tercipta hubungan yang harmonis dan saling menghormati di tengah keberagaman yang ada.
Gaya Bahasa Gen Z Dalam Komunikasi Antar Budaya Widyanarti, Tantry; Ramadhani, Dinda Annisa; Saputra, Evals; Azzihan, Faudath; Gufrani, Raedha; Erwina, Yusi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam komunikasi antar budaya, terdapat sejumlah unsur yang membentuk kerangka kerja komunikasi, termasuk di dalamnya yaitu sumber informasi, pesan yang disampaikan, media yang digunakan untuk menyampaikan pesan, penerima pesan, efek yang ditimbulkan oleh komunikasi tersebut, dan tanggapan balik dari penerima pesan Keseluruhan rangkaian unsur ini berinteraksi secara kompleks untuk membentuk dinamika komunikasi antar budaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman Generasi Z dalam komunikasi antarbudaya yang baik dan benar melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter, serta wawancara terhadap individu Gen Z dari berbagai latar belakang budaya. Tinjauan pustaka yang relevan dalam kegiatan ini meliputi studi tentang peran bahasa dalam pengembangan kognitif dan sosial, serta penelitian yang menyoroti pentingnya penguasaan bahasa dalam konteks globalisasi. Beberapa literatur yang menjadi acuan antara lain adalah karya-karya yang membahas teori akuisisi bahasa, pentingnya bilingualisme, serta dampak teknologi digital terhadap penggunaan bahasa di kalangan generasi muda. Berdasarkan tinjauan pustaka tersebut, hipotesis yang dikembangkan dalam kegiatan ini adalah bahwa peningkatan kesadaran tentang pentingnya penguasaan bahasa melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter, serta wawancara terhadap individu Gen Z dari berbagai latar belakang budaya.akan berdampak positif terhadap motivasi Generasi Z untuk mengembangkan keterampilan berbahasa mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi secara efektif di berbagai konteks.