Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki pelaksanaan layanan konseling krisis dalam penanganan trauma pada korban bullying di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Metode studi kepustakaan merupakan suatu pendekatan penelitian yang melibatkan pengumpulan informasi yang relevan terkait dengan permasalahan yang sedang diteliti. Informasi tersebut bisa berasal dari buku, karya ilmiah, ensiklopedia, jurnaljurnal, internet, serta sumber yang lain. Implementasi konseling krisis untuk menangani trauma korban bullying di SMA melibatkan serangkaian langkah, termasuk membangun hubungan, menilai status dan risiko, memberikan dukungan emosional, sosial, informasional, dan fisik, mengeksplorasi alternatif, merencanakan tindakan, dan memastikan komitmen, serta menyediakan sumber daya dan kontak tindak lanjut. Selain menjalankan proses tersebut, konselor yang menangani siswa harus memiliki profesionalisme, pengalaman, dan pengetahuan yang memadai, mengingat konseling krisis memiliki karakteristik yang berbeda dengan konseling konvensional.
Copyrights © 2024