Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pengaruh antara Problem Based Learning (PBL) disertai Fishbone Diagram dan pembelajaran konvensional metode resitasi terhadap: (1) kemampuan berpikir kritis peserta didik, (2) hasil belajar afektif peserta didik, (3) kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar afektif peserta didik secara simultan. Penelitian ini merupakan Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Nonequivalent (Pretest Posttest) Control Group Design. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik Purposive Sampling pada kelas VII SMPN 1 Banguntapan. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar soal pretest dan posttest kemampuan berpikir kritis, dan lembar angket hasil belajar afektif. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) analisis persentase keterlaksanaan pembelajaran, (2) analisis deskriptif, (3) uji prasyarat meliputi uji normalitas, homogenitas, (4) uji hipotesis meliputi uji Independent Sample T-test, Effect Size Cohen’s, dan uji MANOVA. Hasil penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara PBL disertai Fishbone Diagram dan pembelajaran konvensional dengan metode resitasi peserta didik, (2) Terdapat perbedaan hasil belajar afektif antara PBL disertai Fishbone Diagram dan pembelajaran konvensional dengan metode resitasi peserta didik, (3) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar afektif antara PBL disertai Fishbone Diagram dan pembelajaran konvensional dengan metode resitasi peserta didik secara simultan.
Copyrights © 2024