Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model blended learning terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills) dan self-regulated learning mahasiswa dalam mata kuliah Analisis Kebijakan Pendidikan Islam di Institut Kariman Wirayudha Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Semester 3 sebagai kelas kontrol dan Semester 5 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada rata-rata nilai posttest antara kelas kontrol dan kelas eksperimen (p=0,000<0,05p = 0,000 < 0,05p=0,000<0,05), yang mengindikasikan pengaruh positif blended learning terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi. Selain itu, hasil angket self-regulated learning menunjukkan pengaruh signifikan (p=0,000<0,05p = 0,000 < 0,05p=0,000<0,05). Penerapan blended learning didukung oleh penggunaan teknologi pendidikan, seperti sistem manajemen pembelajaran (LMS) dan aplikasi interaktif, yang memberikan fleksibilitas dan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar. Data wawancara mengungkapkan bahwa mahasiswa merasakan manfaat berupa pembelajaran yang lebih adaptif, mandiri, dan terintegrasi dengan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa blended learning berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan layak diimplementasikan secara luas di perguruan tinggi.
Copyrights © 2024