Penelitian Surimi Limbah Tuna Loin Sebagai Bahan Fortifkasi Dalam Pembuatan âBagea Saguâ telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan yaitu A1 tepung sagu tanpa surimi, A2 1000 gram tepung sagu + 50 gram surimi, A3 1000 gram tepung sagu + 100 gram surimi, A4 tepung sagu 1000 gram +150 gram surimi, A5 1000 gram tepung sagu + 200 gram surimi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan surimi sebagai bahan fortifkasi dalam pembuatan bagea sagu serta meningkatkan nilai gizi dari bagea sagu terutama kandungan proteinnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen surimi yang dihasilkan dari 2 kg, limbah dari tuna loin berupa tetelan menghasilkan 800 kg surimi. kandungan gizi yang di hasikan dari kelima penambahan yaitu kadar protein 3,98% - 6,77%, kadar air 3,7-6,32%, kadar abu 2,73% - 3,50%, kadar lemak 12,76% - 13,87%, kadar karbohidrat 76,83% - 69,54%, nilai energi 438 kkal - 430 kkal. Disimpulkan bahwa perbandingan tepung sagu dan fortifkasi surimi yang terbaik adalah pada perlakuan A5 yaitu memiliki kadar air 6,32%, kadar abu 3,50%, kadar protein 6,77%, kadar lemak 13,87%, terjadi penurunan pada kadar karbohidrat 69,54% dan nilai energi yang di peroleh 430 kkal.
Copyrights © 2014