Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Kota Makassar menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Model ini memberikan pendekatan holistik untuk menilai empat aspek penting dalam implementasi kurikulum, yaitu konteks, input, proses, dan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman sosial, budaya, dan ekonomi di Kota Makassar mempengaruhi efektivitas kurikulum, sehingga memerlukan pendekatan yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan lokal. Kesiapan guru dan fasilitas pendidikan, termasuk penggunaan teknologi, menjadi faktor kunci dalam kesuksesan implementasi kurikulum. Proses pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan dan minat siswa serta penerapan metode pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Namun, evaluasi terhadap hasil belajar menunjukkan perlunya penilaian yang lebih holistik dan autentik, termasuk penilaian terhadap keterampilan non-kognitif siswa. Penelitian ini menyarankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penguatan pemanfaatan teknologi pendidikan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka Belajar yang lebih efektif.
Copyrights © 2024