Dalam wilayah Kawasan Negara Kasultanan Yogyakarta, dikenal adanya keberadaan Masjid Pathok Negoro. Masjid-masjid ini pada masa pendiriannya difungsikan sebagai sistem pertahanan negara dari serangan musuh (penjajah Belanda dan Jepang pada masanya), baik dari dalam maupun dari luar wilayah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah adanya kesenjangan teori tentang bentuk pertahanan suatu wilayah Kerajaan dengan bentuk pertahanan yang ada di Negara Kasultanan Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan grounded theory, dengan tujuan untuk mengungkap makna dari fakta empiris yang mendalam dari fenomena yang ada. Dalam grounded, penelusuran data lebih banyak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Grounded theory bertujuan untuk mengembangkan teori dari data lapangan tanpa adanya teori awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pertahanan Masjid Pathok Negoro yang dirancang oleh Sultan HB I sejak awal berdiri dalam fungsinya sebagai sistem pertahanan negara telah bergeser menjadi bentuk teritori wilayah masyarakat eksklusif masyarakat Islam. Keberadaannya masih bisa dirasakan dalam era modern saat ini sebagai wilayah yang eksklusif dalam kehidupan masyarakatnya. Peran raja/Sultan dan Kyai menjadi faktor penting dalam membentuk kondisi peruangan wilayahnya.
Copyrights © 2025