Para pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) berkeinginan untuk berbicara dengan lancar baik dalam konteks sosial maupun profesional, namun sedikit yang berhasil mencapainya. Keraguan, kehilangan ide, interferensi bahasa ibu, masalah mengingat kata, dan rendahnya kelancaran menjadi cela yang mencolok dalam berbicara mereka. Rendahnya rasa percaya diri, takut membuat kesalahan, dan enggan untuk berbicara telah menyebabkan masalah-masalah tersebut. Praktik berbicara yang sebagian besar dilakukan dalam aktifitas instruksional berbicara berbasis kelas, classroom based speaking instruction (CBSI) tidak dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut.Pemanfaatan TIK seharusnya ditujukan untuk menciptakan kondisi optimal dalam lingkungan pembelajaran bahasa: peluang untuk berinteraksi dan bernegosiasi makna; berinteraksi dengan audiens dan tugas autentik; paparan dan dorongan untuk menghasilkan bahasa yang beragam dan kreatif; cukup waktu dan umpan balik; panduan untuk memperhatikan proses pembelajaran dengan penuh perhatian; bekerja dalam suasana dengan tingkat kecemasan yang ideal; dan mendukung otonomi.
Copyrights © 2023