Film sebagai kategori massa yang paling diminati oleh masyarakat terkini. Banyak manfaat dalam hal emosional, jangkauan, dan popularitas dalam film. Namun, selain memberikan banyak manfaat, film juga dapat memberikan pesan buruk kepada khalayak salah satunya dalam konteks body shaming. Maka dari itu, pada penelitian ini fokus untuk menganalisis frekuensi penayangan body shaming dalam film Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan karya Ernest Prakasa. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh scene dari film Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan. Untuk pengujian data, penelitian ini menggunakan uji Kruskal-Wallis H dan uji Mann-Whitney Test. Hasil dari penelitain ini mengatakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada frekuensi penayangan pada keempat indikator. Penelitian ini juga, membuktikan bahwa rata – rata penayangan body shaming lisan dalam ruang publik lebih banyak dibandingkan indikator body shaming lainnya dengan kemunculan 1.37 kali dalam 98 scene sedangkan penayangan body shaming perbuatan dalam ruang publik adalah indikator body shaming paling sedikit yang ditayangkan pada film tersebut dengan kemunculan 0.51 kali dalam 98 scene.
Copyrights © 2023