Kajian tentang syarah local telah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti mutakhir. Keterkaitan teks dan konteks yang melingkupinya selalu menjadi kajian yang terus berkembang. Kitab Al Azw̄Adu Al Musțafawiyah merupakan karya dari Kiai Bisri Mustafa, yangdikenal sebagai ulama Nusantara. Dalam penulisan kitab tersebut, terdapat unsur-unsur yang berpengaruh, atau dikenal juga dengan subjektivitas. Untuk menJawab subjektivitas kiai Bisri Mustafa dalam kitabnya, penulis menggunakan teori Pierre Bourdieu mengenai habitus, modal dan ranah. Penelitian ini termasuk dalam library research, dimana kitab Al Azw̄Adu Al Musțafawiyah dijadikan sebagai sumber rujukan utama, kemudian didukung dengan sumber data dari buku, journal, dan tulisan-tulisan lainnya yang berkaitan. Hasil penellitian menunjukkan bahwa Habitus yang terdiri dari Kebiasaan masyarakat dalam menuturkan bahasa Jawa dan lingkungan yang agamis sejak kecil. Modal, yang terdiri dari penguasaan bahasa Jawa dan Perjalanan dan pengalaman beliau sejak kecil dalam mendalami ilmu agama menjadi modal kiai Bisri dalam menuliskan kitab Al Azw̄Adu Al Musțafawiyah. Ranah, dalam hal ini lingkungan berpengaruh pada model penerjamahan dan makna gandul. Kondisi masa kolonial, serta iklim kejawen yang berpengaruh pada tradisi Jawa dalam syarah yang beliau tulis. Unsur-unsur yang ada telah membentuk konstruksi subjektivitas dari kiai Bisri Mustafa dalam menuliskan kitab Al Azw̄Adu Al Musțafawiyah.
Copyrights © 2024