Bangsa Indonesia dituntut mempersiapkan SDM agar bisa bersaing dan beradaptasi dalam revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0. Lulusan pendidikan kejuruan dituntut kesiapannya dalam percaturan dunia tenaga kerja di tingkat nasional maupun global khususnya penggunaan teknologi berbasis temuan-temuan baru. Dalam hal ketenagakerjaan kita patut khawatir sumber daya manusia tidak akan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lainnya yang telah mempersiapkan diri dan mempunyai kualitas yang lebih baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah implementasi pembelajaran berbasis industri (PBI) karena siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang nyata dalam suasana industri/dunia kerja sesungguhnya. Konsep yang diterapkan dalam PBI adalah Competence Based Training (CBT) dan Production Based Training (PBT). Pemerintah Indonesia telah menerbitkan beberapa regulasi tentang PBI sejak tahun 1990 hingga saat ini. Upaya tersebut dilakukan agar kualitas lulusan SMK memiliki daya saing global dengan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Beberapa model sudah diterapkan selama ini, pada tulisan ini diuraikan tentang model-model PBI pada SMK dan menganalisis kekurangan dan kelebihan masing-masing model. Pada tulisan ini akan memberikan rekomendasi model yang paling efektif, efisien, dan praktis digunakan berdasarkan pendapat para ahli dari akademisi, pemerintah, dan DUDI.
Copyrights © 2020