Isolasi geografis, pendidikan, status sosial dan ekonomi, serta keterasingan dari lingkungan non-nelayan dianggap mempengaruhi pastisipasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji budaya politik masyarakat pesisir di wilayah Permukiman Lamnga. Studi ini termasuk tipe deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena tersebut. Data dikumpulkan wawancara dengan informan yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukakan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, lingkungan sekitar, jenis pekerjaan, usia, kondisi ekonomi, dan agama secara signifikan mempengaruhi pola partisipasi politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi dari faktor-faktor tersebut membentuk budaya politik masyarakat pesisir di Permukiman Lamnga, yang berarti bahwa partisipasi politik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu tetapi juga oleh konteks sosial dan budaya yang lebih luas.
Copyrights © 2024