Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

TINJAUAN LITERASI BUDAYA DAN KEWARGAAN SISWA SMA SE-KOTA BANDA ACEH Yusuf, Rusli; Sanusi, Sanusi; Razali, Razali; Maimun, Maimun; Putra, Irwan; Fajri, Iwan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i2.24762

Abstract

Era informasi identik dengan literasi untuk mengasah kemampuan berinteraksi, berkomunikasi, dan beraktualisasi.Literasi budaya dan kewarganegaraan amat pentinguntuk membantu siswa SMA untuk memahami budaya dan menghargai perbedaan ditengah-tengah masyarakat. Penelitian ini termasukpenelitian kualitatif, perumusan dan menentukan subjek penelitianmengunakan teknikPurposive samplingdan snowball samplinguntuk mendapatkan informan yang jelas dan berkualitas. Subjek penelitian ini berjumlah sebanyak20 orang informan, terdiri dari guru dan siswa.Hasil penelitian program literasi khususnya literasi budaya dan kewargaan di Sekolah Menegah Atas di Kota Banda Aceh belum memaksimalkan karena: pertama, guru tidak memahami subtansi dan konten literasi budaya dan kewargaan; kedua, guru menganggap bahwa literasi budaya dan kewargaan tidak terlalu penting; ketiga siswa tidak memahami budaya dan kewargaan di lingkungan mereka; siswa tidak memiliki kepekaan, toleransi, kolaborasi dll. Program membentuk kecakapan literasi budaya dan kewargaan perlu di kembangkan secara terencana, terukur dan berkelanjutan.
ANALISIS STRATEGI KPU UNTUK MENDORONG PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2024 DI DESA SUNGAI GARONG KECAMATAN KAYAN HILIR KABUPATEN SINTANG Putra, Irwan; Suparno, Suparno; Mardawani, Mardawani; Verawati, Ade; Fadilah, Nurul
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i2.4147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mendorong partisipasi politik pemilih pemula. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini mencakup Sekretariat KPU, KPPS, dan pemilih pemula di Desa Sungai Garong.Untuk mengatasi hal ini, disarankan agar KPU Kabupaten Sintang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan infrastruktur teknologi informasi dan terus melakukan kampanye kesadaran politik yang menarik bagi generasi muda. Kesimpulan penelitian ini yaitu strategi KPU dalam mendorong partisipasi politik pemilih pemula perlu ditingkatkan Penggunaan teknologi digital, pelibatan lebih aktif dari tokoh masyarakat, serta peningkatan frekuensi sosialisasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran dan minat pemilih pemula.Kata Kunci: KPU, Partisipasi Politik, Pemilih Pemula, Pemilu 2024, Desa Sungai Garong.
Penerapan Prinsip-prinsip Etika Pelayanan pada Mall Pelayanan Publik Terpadu di Kota Banda Aceh Safrizal, Safrizal; Maimun, Maimun; Putra, Irwan; Sanusi, Sanusi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10850

Abstract

Mall pelayanan publik terpadu (MPPT) Kota Banda Aceh didirikan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Namun, terdapat berbagai keluhan dari masyarakat terkait rendahnya kualitas pelayanan, yang memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana aparatur pemerintahan menerapkan etika dalam pelaksanaan tugas mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan prinsip-prinsip etika pelayanan publik yang ditunjukkan oleh aparatur di MPPT Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip etika pelayanan seperti tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme belum diterapkan secara optimal oleh aparatur pada mal pelayanan publik terpadu di kota Banda Aceh. Terdapat kesenjangan antara harapan masyarakat dan realisasi kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan publik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip etika pelayanan publik oleh pegawai pemerintahan pada mall pelayanan publik yang belum optimal dapat dioptimalkan dengan meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah tentang etika pelayanan berbasis nilai-nilai Syariat Islam, sehingga mampu memenuhi harapan masyarakat secara lebih baik.
Faktor pembentuk budaya politik masyarakat pesisir di wilayah Permukiman Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar Putra, Irwan; Maimun, Maimun; Madani, Izza
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 24 No. 1 Oktober 2024
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v24i1.49746

Abstract

Isolasi geografis, pendidikan, status sosial dan ekonomi, serta keterasingan dari lingkungan non-nelayan dianggap mempengaruhi pastisipasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji budaya politik masyarakat pesisir di wilayah Permukiman Lamnga. Studi ini termasuk tipe deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena tersebut. Data dikumpulkan wawancara dengan informan yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukakan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, lingkungan sekitar, jenis pekerjaan, usia, kondisi ekonomi, dan agama secara signifikan mempengaruhi pola partisipasi politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi dari faktor-faktor tersebut membentuk budaya politik masyarakat pesisir di Permukiman Lamnga, yang berarti bahwa partisipasi politik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu tetapi juga oleh konteks sosial dan budaya yang lebih luas.
Global Citizenship in the Context of Globalisation: Realising Social Responsibility in the Digital Era Sakdiah, Halimaton Aton; Putra, Irwan; Ali, Hasbi
Jambura Journal Civic Education Vol 5, No 1 (2025): Vol.5 No.1 Mei 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v5i1.28558

Abstract

This research aims to analyse how global citizenship can be realised through social responsibility in the digital era by emphasising the importance of digital literacy as a basic skill that supports global citizens' awareness and participation. The method used is a qualitative approach through literature study, by reviewing various scientific literature, articles, and current reports relevant to the themes of globalisation, global citizenship, and digital literacy. The results show that strong digital literacy not only improves an individual's ability to access and evaluate information, but also strengthens ethical awareness and the ability to participate in global issues critically and responsibly. Individuals with good digital literacy tend to be more sensitive to issues such as climate change, social inequality and human rights, and are able to contribute positively through digital media. It is concluded that global citizenship demands the integration of digital skills and social values, and the need for a transformative educational approach in instilling global awareness. The recommendation from this research is the importance of developing an educational curriculum that combines digital literacy and global citizenship education, in order to form a generation that is not only technologically proficient, but also characterised, critical and responsible as global citizens.
Proses Pembinaan Nilai-Nilai Demokrasi Siswa SMA Kota Banda Aceh Maimun, Maimun; Putra, Irwan; Pranika, Cindy Ayu
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 24 No. 1 Oktober 2024
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v24i1.49719

Abstract

Pemahaman dan penerapan nilai-nilai demokrasi dianggap salah satu bagian untuk mengatasi sikap intoleran maupun diskriminatif antar siswa. Solusi yang diusulkan mencakup penguatan program ekstrakurikuler, pembelajaran aktif di kelas, partisipasi siswa dalam pengambilan keputusan, integrasi nilai moral dalam kurikulum, dan evaluasi program secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembinaan nilai-nilai demokrasi bagi siswa di sekolah. Studi ini termasuk tipe studi kasus dengan pendekatan kualitatif guna mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 16 guru PPKn berserta 16 siswa, selajutnya dianalisis dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembinaan nilai-nilai demokrasi tidak hanya dilakukan melalui kegitan   intrakurikuler, atau pembelajaran di kelas. Namun juga diselenggarakan dengan pendekatan kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dalam Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Ini mencakup simulasi pemilihan umum, pergantian ketua Osis, dan pembagian peran di kelas seperti ketua kelas. Selain itu, proses pembinaan nilai demokrasi juga melibatkan kegiatan ekstrakurikuler seperti Paskibra, PASCAL, Pramuka, olahraga (seperti futsal), debat, teater, acara tahunan "Realistig", sanggar tari, Rohis, forum duta hukum, kegiatan rohani (tahfidz), PIK-R, dan PMR.  
Religion and local culture: Pillars of social harmony in post-conflict Aceh Maimun; Suhendrayatna; Abdullah, Irwan; Yusuf, Rusli; Syamsulrizal; Sanusi; Putra, Irwan; Avci, Gorkem
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v22i2.87874

Abstract

The prolonged conflict between the Free Aceh Movement (GAM) and the Government of the Republic of Indonesia has resulted in social disruption, collective trauma, and the weakening of community social structures. Although a peace agreement was reached through the 2005 Helsinki Memorandum of Understanding, the greatest post-conflict challenge lies in rebuilding trust, solidarity, and social harmony. An interesting phenomenon is the success of Acehnese society in achieving social stability through internal strengths, particularly a strong Islamic religious approach and deeply rooted local culture. This article aims to analyze the contribution of religious and local cultural approaches in fostering post-conflict social harmony in Aceh. This study is qualitative in nature, using a descriptive-interpretative approach. Data collection techniques included in-depth interviews, document analysis, and surveys. Key informants consisted of religious leaders (ulama), traditional leaders, former GAM combatants, women leaders, youth, and village officials located in former conflict-affected regions such as Pidie, North Aceh, and Bireuen. Data analysis employed a thematic approach through data reduction, categorization, interpretation of findings, and inductive conclusion drawing. The findings show that religious approaches, through the active roles of ulama, religious gatherings (majelis taklim), and Islamic boarding schools (pesantren), have been effective in restoring faith-based values and community social ethics. Meanwhile, local cultural elements such as peusijuek (traditional blessing rituals), gampong deliberations, and customary village institutions have served as effective means of social reconciliation, strengthening community ties and resolving horizontal conflicts. The synergy between religious values and local wisdom has formed a strong social system for maintaining peace and preventing future conflicts. In conclusion, religious and local cultural approaches have proven to be fundamental pillars in creating sustainable social harmony in post-conflict Aceh. This model can serve as a strategic reference for other conflict-affected regions seeking to build peace through local potential.
Implementasi Model Case Study Dalam Meningkatkan Civic Skill Siswa SMA Negeri 4 Banda Aceh Juita, Ratna; Yusuf, Rusli; Putra, Irwan
Jurnal Kiprah Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Kiprah Pendidikan | Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendididikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/kpd.v3i1.203

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada Model Case Study untuk pembentukan keterampilan siswa salah satunya adalah keterampilan kewarganegaraan (civic skill). Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) untuk menganalisis implementasi Model Case Study dalam meningkatkan Civic Skill siswa pada pembelajaran PPKn di SMA Negeri 4 Banda Aceh; 2) untuk mengetahui cara guru menghadapi tantangan dalam proses implementasi Model Case Study dalam meningkatkan Civic Skill siswa pada pembelajaran PPKn di SMA Negeri 4 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Banda Aceh Tahun ajaran 2023/2024. Sumber data yang digunakan adalah siswa-siswi dari kelas XI IA 6 yang berjumlah 36 orang dan guru PPKn SMA Negeri 4 Banda Aceh. Adapun Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dengan analisis data melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 1) Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan implementasi Model Case Study dapat meningkatkan Civic Skill siswa yang terdiri dari keterampilan intelektual dan keterampilan berpartisipasi, walaupun peningkatan dari semua indikatornya tidak menunjukkan hasil yang menyeluruh; 2) Cara guru menghadapi tantangan dalam implementasi Model Case Study tersebut adalah guru perlu meluangkan waktu dan usaha untuk mencari atau membuat studi kasus yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa kemudian melakukan pendekatan kepada siswa untuk memberikan kuis, tanya jawab serta meminta siswa agar lebih kondusif dalam pelaksanaan pembelajaran.
The Development Process of Democratic Values of High School Students in Banda Aceh City Putra, Irwan; Maimun, Maimun; Pranika, Cindy Ayu
Jambura Journal Civic Education Vol 4, No 2 (2024): Vol 4. No. 2 November 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v4i2.27755

Abstract

Understanding and applying democratic values is one part of overcoming intolerant and discriminatory attitudes among students. The proposed solutions include strengthening extracurricular programs, active learning in the classroom, student participation in decision-making, integration of moral values in the curriculum, and regular program evaluation. This research examines the process of fostering democratic values for students at school. This study is a case study with a qualitative approach to gain an in-depth understanding of the phenomenon. Data were collected through interviews with 16 Civics teachers and 16 students and then analyzed using data reduction, data display, and verification. The results showed that fostering democratic values was not only carried out through extracurricular activities or learning in the classroom. But it is also organized with a co-curricular activity approach integrated into the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). This includes simulating elections, changing the Osis chairperson, and distributing roles in class, such as class leader. In addition, the process of fostering democratic values also involves extracurricular activities such as Paskibra, PASCAL, Scouts, sports (such as futsal), debates, theatre, the annual ‘Realistig' event, dance studio, Rohis, law ambassador forum, spiritual activities (tahfidz), PIK-R, and PMR.
Tinjauan Yuridis Tentang Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Serang Sari, Erna; Putra, Irwan Sapta; PUTRA, IRWAN
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v3i02.1044

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Anak sebagai korban tindak pidana pencabulan yang masuk dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Hak-hak anak melekat pada diri mereka dan tidak dapat dicabut oleh siapapun, Hak-hak tersebut meliputi untuk hidup, hak kebebasan beragama, hak untuk memperoleh keadilan, hak untuk memperoleh penghidupan yang layak, hak untuk mendapatkan kebebasan, hak keadilan, hak kemerdekaan, hak berkomunikasi, hak keamanan, hak kesejahteraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan Hukum terhadap tindak pidana pencabulan anak dibawah umur dan bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara pidana nomor: 27/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Srg tentang Tindak Pidana pencabulan Anak dibawah umur di Pengadilan Negeri Serang. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normative dengan menggunakan pendekatan studi kasus berdasarkan Putusan Nomor:27/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Srg di Pengadilan Negeri Serang. Hasil penelitian pemidanaan terhadap anak  sebagai pelaku tindak pidana pencabulan berdasarkan Putusan Nomor:27/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Srg tidak tepat karena putusan hakim dianggap masih belum sesuai dengan isi Pasal 81 Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang menjelaskan bahwa untuk perkara pidana pencabulan diancam dengan hukuman penjara minimal selama 5 (lima) tahun dan jika terpidana adalah anak maka anak dipidana paling lama ½ (satu perdua) dari ancaman maksimum yang dijatuhkan terhadap orang dewasa, tetapi praktiknya menjatuhkan pidana hanya perawatan/rehabilitasi selama 6 (enam), selain itu hakim tidak memperhatikan kondisi korban anak yang mengalami trauma berat. Hakim juga menjatuhkan pemidanaan lebih rendah.