Komunikasi relasional yang disfungsional menjadi faktor prediktor tertinggi perceraian di Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 2691 kasus perceraian terjadi di Bojonegoro sepanjang tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan hand book kompetensi pragmatik bahasa dalam berumah tangga sebagai usaha preventif perceraian di Kabupaten Bojonegoro. Buku yang dikembangkan akan memenuhi persyaratan dari segi materi, desain, keterbacaan, dan kepraktisan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan desain pengembangan ADDIE. ADDIE adalah model pengembangan yang terdiri dari tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu angket dan wawancara. Penelitian ini melibatkan 3 orang ahli bahasa, 3 orang konsultan pernikahan, 11 orang penyuluh, dan 120 orang calon pengantin. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Penelitian ini menghasilkan hand book kompetensi pragmatik bahasa dalam berumah tangga dan telah melalui uji ahli dan uji lapangan. Adapun hasil uji kelayakan materi yaitu 96,6%, kelayakan desain 97,1%, keterbacaan 98,3%, dan kepraktisan 94,5%. Dengan demikian, handbook panduan pragmatic bahasa dalam berumah tangga telah memenuhi syarat kelayakan dan dapat diimplementasikan. Hand book ini selain bertujuan sebagai usaha preventif perceraian di Kabupaten Bojonegoro juga dapat dijadikan suplemen dalam acara bimbingan perkawinan (Bimwin) yang dilaksanakan oleh KUA di Kabupaten Bojonegoro.
Copyrights © 2025