Pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR), membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, implementasi teknologi ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam konteks pendidikan kejuruan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru serta tantangan dan peluang dalam implementasi teknologi VR dan AR dalam pembelajaran produktif di SMK Kota Bukittinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru-guru SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pandangan positif terhadap potensi VR dan AR dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam visualisasi konsep teknis. Namun, implementasi teknologi ini terhambat oleh keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses siswa, dan kurangnya konten yang relevan dengan kurikulum. Dukungan institusional yang bervariasi dan keterbatasan anggaran juga menjadi kendala signifikan. Meskipun demikian, terdapat peluang pengembangan melalui pelatihan guru dan peningkatan infrastruktur. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan strategi implementasi VR dan AR yang lebih efektif di lingkungan pendidikan kejuruan.
Copyrights © 2025