Agama memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, memengaruhi pikiran dan tindakan. Terorisme, sebagai kejahatan ideologis, memerlukan pendekatan yang bernuansa untuk pencegahannya. Meskipun banyak metode konvensional seperti pendekatan ekonomi, sosiologis, kriminologis, atau psikologis telah digunakan, metode-metode tersebut mungkin tidak selalu mengatasi akar penyebab terorisme, terutama jika dimotivasi oleh keyakinan agama yang menyimpang. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengadopsi pendekatan yang lebih lokal, yang berakar pada pemahaman kearifan dan konteks lokal. Pemahaman ini membantu dalam menangani gejolak intelektual yang memicu pemikiran ekstremis, terutama jika pemikiran tersebut berasal dari konsep-konsep agama yang disalahartikan seperti "jihad yang salah." Penerapan pendekatan lokal ini, termasuk deradikalisasi dan rekonsiliasi, sangat penting dalam mengatasi ancaman terorisme yang terus meningkat. Hal ini menyoroti pentingnya metodologi dan pendekatan dalam menangani terorisme, dengan fokus pada pemahaman berbasis agama dan solusi kontekstual.
Copyrights © 2025