Artikel ini mengkaji pengampunan dan rekonsiliasi dalam konteks konseling Kristen dengan menggunakan kisah Yusuf dari Kejadian 37-50 sebagai studi kasus. Kisah Yusuf menggambarkan perjalanan emosional yang mendalam melalui pengkhianatan, penderitaan, dan akhirnya rekonsiliasi dengan saudara-saudaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip pengampunan dan rekonsiliasi dalam narasi Alkitabiah dapat diterapkan dalam praktik konseling Kristen. Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis kualitatif, artikel ini menemukan bahwa pengampunan melibatkan pengakuan atas luka, melepaskan dendam, dan memilih untuk memaafkan, sementara rekonsiliasi melibatkan pengujian, pengakuan dosa, pertobatan, dan penerimaan. Implikasi praktis dalam konseling Kristen mencakup penggunaan teknik seperti meditasi Alkitabiah, doa, dan refleksi untuk membantu klien dalam proses penyembuhan emosional dan pemulihan hubungan. Artikel ini juga menunjukkan pentingnya kesabaran, pemahaman, dan kasih dalam konseling yang berfokus pada pengampunan dan rekonsiliasi.
Copyrights © 2024