Pedagang kaki lima (PKL) merupakan bagian penting dari sektor informal yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, termasuk di Jl. Sancang, Kota Bandung. Meskipun memiliki fleksibilitas tinggi, PKL menghadapi berbagai tantangan, terutama selama musim hujan yang menyebabkan penurunan pendapatan hingga 40-50% akibat gangguan operasional dan berkurangnya pelanggan. Penelitian ini menganalisis dinamika keberlangsungan usaha PKL dengan pendekatan manajemen risiko, menggunakan prinsip 4P (Profit, Process, Planet, People) sebagai kerangka keberlanjutan usaha. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan seperti kemampuan adaptasi dan penggunaan teknologi digital, kelemahan berupa manajemen keuangan yang kurang optimal, peluang melalui dukungan pemerintah dan inovasi produk, serta ancaman dari regulasi dan persaingan. Matriks Risiko 3x3 digunakan untuk mengevaluasi probabilitas dan dampak risiko yang dihadapi, meliputi risiko pasar, keuangan, pemasaran, operasional, sumber daya manusia, dan hukum.Strategi mitigasi meliputi diversifikasi pasar, peningkatan literasi keuangan, digitalisasi pemasaran, pelatihan manajemen usaha, serta penguatan hubungan dengan pemerintah dan komunitas. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi dampak risiko, meningkatkan daya saing, dan menjaga keberlanjutan usaha PKL, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan cuaca dan kondisi ekonomi.
Copyrights © 2024