Dengan menggunakan metode reflektif, artikel ini berusaha mengelaborasi metode pembelajaran tafsir dipondok pesantren. Pengembangan aspek metodologi pembelajaran tafsir di pondok pesantren, tampaknya etode munâzharah, yang paling tepat, karena metode ini dapat memunculkan pemikiran berani dan kritise terhadap sesuatu yang sudah dipandang baku, sehingga kreativitas dan inovasi akan berkembang denganc emerlang. Materi yang dikaji di pesantren antara lain adalah tafsir Alquran yang ditekstualkan pada kitabkitab klasik (kutub al-turâts) yang sekarang ini terintroduksi secara popular dengan sebutan kitab kuning. Dari kitab inilah, para santri menyerap dan menimba Ilmu agama untuk dikembangkan dan diaplikasikan dimasyarakat. Dengan berkembangnya kajian keilmuan modern dan pesatnya pertumbuhan Iptek dan ekonomiyang diiringi dengan berbagai problem sosial, pengembangan metode pengajaran dan kajian tafsir dipesantren harus diperbaharui dan disempurnakan, antara lain munâzharah. Dengan metode ini, pengajarantafsir dapat merangsang keterlibatan para santri secara aktif, baik secara intelektual maupun emosional, sehingga muncul ide-ide cemerlang.
Copyrights © 2024