Pendidikan berbasis boarding school menjadi salah satu model pendidikan yang banyak diminati di Indonesia karena dianggap ideal untuk membentuk pribadi siswa menjadi lebih terampil dalam menghadapi lingkungan sosial. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui gambaran tentang Social Problem Solving pada Remaja yang bersekolah di Boarding School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 65 siswa SMA boarding school yang diperoleh melalui accidental sampling. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan analisis statistik deskriptif. Instrumen data yang digunakan yaitu skala modifikasi Social Problem-Solving Inventory-Revised (SPSI-R) yang telah diadaptasi dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 95,38% siswa memiliki kemampuan social problem-solving tinggi, 3,08% berada pada kategori sedang, dan 1,54% berada pada kategori rendah. Temuan lain pada penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki social problem solving sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki, serta kelompok kelas X memiliki social problem solving lebih tinggi dibanding kelompok kelas XI.
Copyrights © 2025